Kata Mereka, Pikirkanlah.

Provided by the web design Internet guide.

Sunday, June 21, 2009

Tapak Kaki

Pada suatu malam seorang pria bermimpi. Dalam mimpinya dia berjalan menyusuri pantai dengan Tuhan. Di langit dia bisa melihat adegan-adegan kehidupannya. Untuk setiap adegan dia melihat ada dua pasang tapak kakidi atas pasir -- satu miliknya dan satunya lagi milik Tuhan. Ketika adegan terakhir hidupnya telah dilihatnya, dia menoleh kebelakang melihat tapak-tapak kaki itu dan dia memperhatikan bahwa berkali-kali di sepanjang jalan hanya ada sepasang tapak kaki. Dia juga memperhatikan bahwa ini terjadi selama saat-saat yang paling buruk dan menyedihkan dalam kehidupannya. Ini sangat mengganggunya dan dia bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, Engkau bersabda bahwa kalau aku sudah memutuskan untuk mengikuti-Mu, Engkau akan selalu menyertaiku, tetapi aku perhatikan bahwa selama masa-masa paling sulit dalam kehidupanku, justru hanya ada sepasang tapak kaki. Saya tidak mengerti mengapa, saat aku sangat membutuhkan Engkau, Engkau meningglkanku."

Tuhan menjawab, "Anakku yang kucintai, Aku mencintaimu dan tidak akan pernah meninggalkanmu. Selama kau dalam cobaan dan menderita, ketika kau hanya melihat sepasang tapak kaki, pada saat itulah Aku membawamu dalam kedua tangan-Ku."

Sumber: Tidak diketahui


Weigh Loss Surgery

Tuesday, June 16, 2009

Kecil Hati?

Di tengah perjalanan pulang dari bekerja pada suatu hari, saya berhenti untuk melihat pertandingan baseball Liga Kecil lokal yang dimainkan di sebuah lapangan di dekat rumah saya. Saat saya duduk di belakang bangku di baseline pertama, saya bertanya kepada salah seorang anak lelaki berapa skornya.

"Kami ketinggalan empat belas poin. Empat belas lawan kosong," jawabnya sambil tersenyum.

"Yang benar" saya berkata. "Saya harus mengatakan bahwa kau tidak kelihatan kecil hati."

"Kecil hati?" anak tadi bertanya dengan pandangan bingungdi wajahnya. "Mengapa kami harus kecil hati? Kami memang belum mendapat giliran memukul."

Jack Canfield

Chicken Soup for the Soul

- Jack Canfield & Mark Victor Hansen -

Chicken Soup for the Soul adalah koleksi kisah-kisah (pengalaman orang lain) yang penuh daya dan tidak ternilai harganya, kisah-kisah yang dapat menggerakkan para pembaca untuk dapat melihat kehidupan engan perspektif yang baru. Setiap kisah yang disajikan dalam buku tersebut akan memperluas perspektif kita tentang apa artinya menjadi manusia yang sepenuhnya dan juga mengajarkan kepada kita bahwa cinta, keberanian, dan kasih sayang yang lebih besar bisa merupakan bagian sejarah kita sendiri.

Melalui pengalaman orang lain, para pembaca yang mempunyaikehidupan yang berbeda dapat belajar mengenai banyak hal (makna cinta, ketekunan, kekuatan, keberanian, suka cita, kebijaksanaan, dan lain sebagainya).

Friday, May 22, 2009

Kesalahan Penggunaan Kata Depan "di"

Ada 3 kata depan yang diatur EYD, yaitu "di", "ke", dan "dari". Namun kali ini saya akan membahas tentang penggunaan kata depan "di" saja, karena kata depan ini yang sering terdapat kesalahan dalam penggunaannya. Kesalahan tersebut adalah dalam konteks penggunaannya dengan kata yang mengikutinya. Kata depan “di” sering ditulis bersambung dengan kata yang mengikutinya. Padahal, EYD menetapkan bahwa kata depan “di”, “ke”, dan “dari” ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti “kepada” dan “daripada”.

Barangkali kesalahan penyambungan “di” dengan kata yang mengikutinya itu karena “di” juga berfungsi sebagai awalan(menjadi semacam ambigu), yakni kata kerja pasif. Padahal fungsi keduanya jelas berbeda.

Contoh kesalahan tersebut, misalnya:
* Buku itu terletak didalam lemari.
* Dimana kamu sekarang?

Mestinya penulisannya yang benar adalah:
* Buku itu terletak di dalam lemari.
* Di mana kamu sekarang?

Bandingkan dengan penggunaan "di" sebagai awalan.
* Piagam itu dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI.
* Alasan itu dikemukakan sebagai alibi ketidakterlibatan pejabat itu.
Tentu saja penggunaan “di” di atas bersambung dengan kata yang mengikutinya, karena ia bukan kata depan, melainkan awalan.


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Archithings. Powered by Blogger